Tuesday, June 30, 2015

Om Wayan Bintaro dengan Anakan Rudal Ring 29


Om Wayan sebelumnya terima kasih ya sudah diijinkan share fotonya di dalam blog ini. Kawan lama ini sudah lama tak jumpa hampir 10 tahun, Jagoannya tahu-tahu sudah besar digendongannya. Maaf ya om...saya belum sempat nengokin keponakan he...he...

Sebenarnya agak aneh juga sih, om Wayan yang saya kenal setahu saya tidak suka dengan yang namanya burung. Dulu kalau saya beli burung pasti beliau bergurau..."mas kok beli burung melulu sih?" itu kalimat pertanyaan yang selalu beliau tanyakan.

Lha..lha...lha tahu-tahu sekarang malah main murai batu, malah saya dengar sering turun ke lapangan kalau gak sibuk dengan pekerjaanya. Singkat kata anakan Rudal dengan ring 29 akhirnya diboyong om Wayan. Sayang saya belum sempat mendokumentasikan anakan Rudal ring 29 ini, tapi tidak apalah toh kapan-kapan kalau saya sowan ke tempat om Wayan pasti saya ambil gambarnya,

Mudah-mudahan bisa menyenangkan hati ya om Wayan, sukur-sukur bisa lebih dari sekedar menyenangkan he...he...

Monday, June 15, 2015

Om Wik Karawaci dengan Anakan Pendekar Picek VS Betina Actor Bima


Pagi ini kami kedatangan tamu om Wik dan om Jayadi dari Karawaci Tangerang. Selain silaturahmi kami mereka juga meninjau kandang ternak kami. Sebenarnya sejak 3 hari lalu mereka berdua sudah membuat janji untuk sowan ke kandang ternak, dan hari ini janji itu terlaksana.


Setelah puas melihat-lihat kandang ternak kami, akhirnya om Wik tertarik untuk meminang trotolan dari indukan Pendekar Picek. Trotol ini telah kami posting beberapa minggu yang lalu, menyandang ring nomor 25 disematkan di kaki sebelah kanan.

Sebenarnya ada teman yang sudah memesan trotol ini tetapi karena sesuatu dan lain hal beliau dengan amat terpaksa merelakan trotol ini diberikan ke om Wik. Sebenarnya ada beberapa pilihan trotol jantan yang tidak kalah bagusnya bila disanding dengan trotol ring 25 ini, tapi om Wik ternyata sudah kepalang jatuh hati dengan trotol nomor 25 ini.


Terimakasih ya om Wik atas kepercayaanya dengan hasil breeding ternak murai batu kami, mudah-mudahan trotol ring nomor 25 ini tidak mengecewakan ke depanya.

Saturday, May 30, 2015

Trotol Indukan Pendekan Picek (Jenggo)


Pendekar Picek (Jenggo) VS betina Trah Actor Bima (Heri Anyer) pada tanggal 20 April 2015 akhirnya berhasil menetaskan 2 butir telurnya. Kami beruntung lagi karena diberi kepercayaan 2 ekor trotol muda yang kesemuanya jantan.

Keduanya sangat sedap dipandang, seperti kami utarakan sebelumnya trotol-trotol muda ini sudah mulai belajar ngeriwik seadanya bahkan sesekali terdengar teriakannya alias ngeplongnya. 1 ekor jantan menyandang ring nomor 25 dan 1 ekor jantan lainnya menyandang ring nomor 27.

Kayaknya buat ke dua trotol ini saya kehabisan kata-kata deh pembaca, Silahkan anda lihat foto-fotonya dan bolehlah  rekan-rekan pembaca memberi komentar dan sharenya. 







Trotol Indukan Raja Dumang


Raja Dumang adalah indukan jantan yang kami dapatkan dari hasil hunting di Latberan sekitar Serpong. Nama Raja Dumang saya sematkan karena trennya waktu itu adalah era lagu Goyang Dumang yang dipopulerkan oleh Cita Citata...kesannya antik saja menggunakan nama ini.

Trotol jantan ini menyandang ring nomor 17 di kaki kirinya, menetas pada tanggal 1 April 2015. Dari 3 telur yang menetas kami diberi kesempatan mendapat 1 ekor trotolan jantan, 2 ekor saudaranya betina.


Bodi lumayan panjang, Bentuk kepala, mata, dan paruh standar saja...tapi tetap masuk katagori okelah yaw he...he...Malu hati kalau bilang produk trotolnya terlalu tinggi nanti jatuh menangislah awak. Pokoke sedaplah dipandang mata...itu saja sudah cukup.


Soal suara mudah-mudahan tidak mengecewakan ke depannya...Rekan pembaca silahkan diamati tampilan foto-fotonya.

Trotol Indukan Sambu

Trotol Indukan Sambu ini menetas pada tanggal 2 April 2015. Bodinya bongsor mungkin karena menetas sebagai anakan tunggal maka indukannya dapat merawatnya secara intensif. Beruntung sekali kami mendapatkan anakan tunggal ini dengan jenis kelamin jantan.

Sejak umur 4 minggu sudah mulai belajar ngeriwik kecil, nah rekan pembaca sekedar share ternyata benar lho burung hasil ternakan lebih cepat berkicau. Teori itu sangat benar sekali karena dari pengalaman saya selama beternak murai batu, trotol-trotol hasil ternakan kami baik jantan ataupun betina sudah mulai belajar ngeriwik di usianya yang masih sangat muda.



Dilihat dari katuranggan bolehlah...bisa buat hati gundah jadi tenang he...he...Tapi inginnya sih mental dan suaranya di lapangan apalah-apalah seperti kata Iis Dahlia (juri Dangdut academia).
Bagaimana menurut rekan pembaca?

Thursday, April 2, 2015

Trotol Trah Actor Bima (SI MUNGIL YANG TAK DIPANDANG KINI DIGADANG-GADANG)


Trotol dalam gambar di bawah adalah keturunan dari Trah betina Actor Bima Heri Anyer + pejantan hutan Pendekar Picek. Saat Kecil dulu banyak yang prediksi trotol ini betina...banyak yang mandang sambil lalu saja serasa enggan meminangmu karena tampilanmu yang tak segagah saudaramu yang lebih dahulu dipinang orang. 


Ya sudah walau dipandang sebelah mata tetap tulus hati ini merawat dan menyayangi trotol ini. Seiring waktu berjalan, hari berganti hari tampilanmu, gaya dan karaktermu yang garang serta suaramu kok malah jadi seperti perjaka dan ... Alhamdulillah ternyata kamu benar-benar  kamu menjadi seekor betina tomboy nan gagah dan garang. 

Saya putuskan membawanya pulang ke kediaman saya untuk dirawat intensif dengan bimbingan guru-guru vocal macam siri-siri, cucak ranting mas yang pedes dan tajam suaranya, kapas tembak, kenari dan ciblek, sayang guru vocal cililinnya ada di kandang ternak. 

Rasanya sangat ingin tahu perubahan apa yang dapat trotol ini tunjukkan kedepan baik dari segi katuranggan atau fisik maupun suara volume berikut isiannya walaupun prediksi akhir sang Murai mungil ini menjadi seekor betina. Mudah2an kelak kamu bisa jadi betina Pencetak generasi Murai Batu  tangguh yang menyenangkan hati yang merawatmu baik di lapangan atau sebagai klangenan rumahan saja. Dan akhirnya walaupun kamu menjelma menjadi seekor murai betina....banyak tangan yang berusaha meminang dirimu karena rupamu yang nggemeske (foto terbaru menyusul).

Wednesday, April 1, 2015

Trotol Trah Rudal Cacat Jari kaki kirinya


Just for share...Ternyata akhirnya saya mengalami kejadian trotol murai batu yang memiliki cacat kaki karena kesalahan dalam perawatan. Tapi sebenarnya tidak seratus persen kesalahan dari si perawat atau pemilik murai batu tersebut, ada andil indukan yang menyebabkan trotolan ini mengalami hal tersebut.

Awalnya betina Rudal terpantau angkut sarang, glodok yang kami sediakan di kandang adalah model glodok standar yang terbuat dari kayu triplex. Selama ini tidak pernah ada masalah dengan indukan-indukan murai batu kami saat bertelur ataupun mengeram menggunakan glodok triplex tersebut. Cuma untuk indukan betina yang satu ini tergolong antik perilaku membuat sarangnya.

Sebenarnya sarang disusun seperti kebanyakan indukan2 betina lainnya oleh betina Rudal ini, yang membedakannya adalah cekungan sarang yang berbentuk mangkok bagian bawahnya bersih alias benar2 beralas triplex yang notabene permukaannya halus. Berulang kali kami memperbaiki sarang tersebut namun berulangkali juga sang betina mengembalikan ke bentuk semula yang dia sukai "MUNGKIN". Karena sudah berulangkali sarang diperbaiki dan berulangkali juga sang induk mengembalikan ke bentuk semula akhirnya saya putuskan untuk memberikan kebebasan sang induk betina berkreasi agar tidak dikatakan melanggar hak asasi hewani ha...ha...ha...

Singkat kata akhirnya menetaslah telur sang betina Rudal sebanyak 2 ekor saja, Cuma sayang 1 ekor anaknya mati. Saat telur menetas otomatis saya tidak berani mengganggu ketentraman sang betina dalam merawat anaknya karena ini tetasan periode pertama setelah pasca mabung sang indukan betina. Umur 3 hari saya beranikan diri mengontrol anakan dalam glodok tersebut....ah...ternyata si trotol tumbuh besar cuma sayang dia sering terpeleset karena pijakan jari kakinya tidak dapat memijak sempurna di atas permukaan troplex yang licin. Kembali saya perbaiki posisi sarang agar sang trotol dapat menapak sempurna pada helai2 daun pinus sebagai alas sarangnya. Ternyata...sang betina kembali membersihkan permukaan dasar sarang menjadi alas triplex lagi.

Karena takut sang induk marah karena bola-bali diintip terus glodoknya saya putuskan ditunggu sampai panen umur 7 hari. Hasilnya seperti perkiraan saya, si jabang trotol akhirnya tidak dapat menapak sempurna. Ke dua kakinya MBEKAKAK istilah jawanya, bahasa Indonesianya apa ya? MEKAR barangkali. cuma ke-2 jari kaki kaki kanan dan kiri masuk ke dalam alias kuncup. Sedih juga melihat kondisi trotolku ini saat itu, badannya tambun tapai kakinya tak dapat menapak sempurna.

Akhirnya si jabang trotol saya masukan ke dalam besek dengan sarang buatan tangan saya sendiri yang menyerupai bentuk sarang murai batu. hari berhanti hari...kaki dan jari kanan mulai bisa menapak sempurna, namun jari kaki kiri bentuknya menjadi kurang sempurna. Dengan sabar kami rawat trotol ini akhirnya trotol ini dapat menapak dan hinggap di pangkringan dengan baik walaupun dengan keadaan kaki kiri tepatnya jari kaki kiri yang kurang sempurna. Ring-pun kami pasang di kaki kanannya sehingga trotol ini terlihat gagahnya walaupun masih belum ketahuan jenis kelaminnya.

Inti dari semua cerita di atas... belajar...belajar...belajar dan belajar serta sabar dan telaten merawat makhluk ciptaan Tuhan.