Tuesday, March 3, 2015

Indahnya Kebersamaan


Minggu tanggal 1 maret 2015 lalu adalah hari pertama saya membawa klangenan saya 2 ekor love bird untuk ikut lomba LATPRES Rajawali S3 Bird Club daerah Serpong. Awalnya saya ragu untuk ikut partisipasi, tapi teman-teman kicau mania sejati di sekeliling saya menyemangati untuk ikut menurunkan burung gacoan saya. Kata mereka " Punya burung bagus kok cuma ditaruh di rumah aja sih...sayang khan".

Alhasil jadilah saya berangkat menuju lokasi lomba, kebetulan ada teman yang sudi membantu memesankan tiket lomba untuk burung gacoan saya. Saya berangkat ditemani 3 orang teman saya, yang salah satunya membawa murai batu untuk diturunkan di arena lomba.

Singkat cerita sampailah kami di tempat lomba dan disambut dengan hangat oleh teman-teman yang sudah datang lebih dahulu di lokasi. Sembari menunggu giliran lomba untuk masing-masing jenis burung yang kami bawa digelarlah alas untuk duduk bercengkrama di area parkir lomba.

Saling tukar cerita mengenai pengalaman dalam dunia burung berkicau membuat tali silaturahmi menjadi kian erat antara kami. Semua saling melepas ego dan embel-embel jati diri masing-masing, tidak ada sikaya- miskin, tua-muda, suku bangsa, agama dll. Semuanya melebur jadi satu atas dasar kecintaan terhadap burung berkicau dan prinsip saling menghargai dan menghormati. Cuma sayangnya kok saya yang paling tua ya di antara teman-teman ini he...he...Tapi ya gak pa2 lah demi hobi dan kesenangan akhirnya saya mau tidak mau ikut bergabung dengan kumpulan anak-anak muda disitu.

Akhirnya waktu yang ditunggu datang juga untuk menggantang burung love birdku di arena kontes. 15 menit berlalu ternyata salah satu love birdku masuk nominasi ke 3 dari hampir 60 gantangan...Alhamdulillah ya Allah rasanya bangga bercampur gembira ternyata jerih payah mencari setingan love bird ini ketemu juga walaupun masih belum maksimal.

Tak terasa waktu kebersamaan kami harus berakhir karena hari sudah mulai menjelang Magrib, waktunya menghadap yang Maha Punya kesenangan. Sudah waktunya kita harus pisah menyudahi kebersamaan ini untuk kembali ke keluarga masing-masing dan berjanji bertemu lagi di event-event berikutnya.

Salam Eke..ke..ke..ke...sobat kicau mania

Monday, February 23, 2015

Om Hendra dengan Anakan Pendekar Picek

Hallo om Hendra, terima kasih sudah memberi kepercayaan kepada produk trotol Murai Batu kami.
Ternyata si unyu-unyu yang tempo hari kelihatan manja saat ini mulai menunjukkan kesangarannya sebagai calon murai jantan yang tangguh.

Trotol jantan ini lahir pada tanggal 15 Desember 2014 dari indukan betina Trah Actor Bima om Heri Anyer dan pejantan murai kampung saja, saat ini usianya sudah memasuki usia 2 bulan dan kabar terbaru yang kami dapat dari om Hendra "Trotolnya sudah nembak-nembak om, terimakasih om sudah memilihkan Trotol ini".

Intinya bila pelanggan senang dan puas dengan produk kami, kamipun turut berbahagia. Mudah-mudahan kelak murai batu ini ditangan om Hendra akan menjadi murai tangguh. 

Saturday, January 31, 2015

Om Sobari dengan Anakan Rudal


Pagi ini saya kedatangan tamu Agung om Sobari, walaupun rumahnya cuma berjarak 200 meter dari kandang ternak kami tetap saja harus diservis lengkap he...he...

Beliau datang untuk mengambil trotol pillihannya anakan tunggal RUDAL setelah trotolan siap makan voer. Anakan RUDAL ini menetas pada tanggal 15 Desember 2014, memiliki tubuh bongsor dengan warna kaki kehitaman. Mungkin karena karena kedua induknya rajin dan telaten merawat anak tunggal mereka, maka trotolan ini saat dipanen memiliki tubuh yang bongsor.

Harapan kami mudah-mudahan trotolan RUDAL ini bisa menyenangkan om Sobari atau mungkin bisa lebih dari sekedar menyenangkan alias berprestasi ke depannya.

Monday, January 19, 2015

Pak Santo dengan Anakan Sambu Pilihannya

Pak Santo in Action with QBF owner
Hari Sabtu ( 17 Januari 2015 ) kemarin akhirnya Tetangga saya pak Santo meminang anakan Sambu untuk dijadikan klangenannya. Trotol Sambu ini awalnya kami kira betina...namun kian bertambah usianya kian tampak perubahan fisik dan karakter yang signifikan. Trotolan ini menjadi lebih dominan terhadap saudara yang satu tetasan dengannya bahkan kadang terdengar suara teriakannya sekali-sekali.

Trotol Sambu ini akhirnya kami sematkan Ring dengan nomor 009 di kaki sebelah kanannya, Lahir pada tanggal 9 Oktober 2014. Mental fighternya sudah mulai tampak saat secara tidak sengaja trotol Sambu diletakkan bersanding bersebelahan dengan  murai jantan yang mapan. Gayanyapun sangat memikat dengan memainkan ekornya meskipun belum begitu panjang.

Ada cerita menarik dibalik transaksi ini...ternyata pak Santo telah mentake over trotolan Sambu dengan no Ring 005 dari seorang rekan yang lebih dulu mengambil trotol tersebut. Beliau sangat tertarik dengan trotol Sambu Ring 005 karena walaupun masih dalam kondisi mabung ke bulu dewasa pertamanya trotolan ini selalu teriak alias ngeplong saat kerodongnya dibuka dilanjutkan dengan ngeriwiknya yang kasar tanpa rasa takut.

Karena alasan di atas itulah maka pak Santo akhirnya meminang adik trotolan Sambu Ring 005 yaitu Trotolan Sambu Ring 009. Semoga dikemudian hari bisa membanggakan dan menyenangkan hati pak Santo.

Monday, January 12, 2015

Trotol Indukan Picek ( Jenggo ) + Bety Trah Actor Bima (Hery Anyer)


Trotol Picek (Jenggo) + Betina Trah Actor Bima

Indukan Yang satu ini meskipun hanya punya satu mata tapi semangat menyengat betinanya sangat tinggi. Saat kami jodohkan dengan betina Trah Actor Bima yang masih perawan Ting-Ting sangat cepat jodohnya.
Betina ini bertelur 3 butir dan kesemuanya berhasil menetas, namun saat proses pelolohan akhirnya 1 ekor mati. Alhamdulillah kami masih diberi kepercayaan mengasuh 2 ekor anakan murai batu spesial ini. Mudah-mudahan diusia dewasanya ke 2 anakan ini bisa membanggakan...Amiiin

Trotol Indukan Sambu



Setelah menunggu selama hampir 7 bulan akhirnya kami berhasil panen pertama trotol murai batu di kandang ternak kami. Walaupun cuma 1 pasang yang mulai produksi tapi rasanya sueeeneeeeeeng bangeeeeeet...he...he...

Trotol yang kami panen ini berasal dari kandang SAMBU yang terbilang lancar berproduksi. Tapi ternyata setelah dipanen perawatan trotol murai batu itu tidak semudah yang dibayangkan...ternyata tetasan periode-1 yang hanya 1 ekor gagal bertahan hidup. si anak tunggal ini akhirnya mati di usia 4 minggu.Trotol tetasan periode ke-2 berjumlah 2 ekor juga akhirnya tewas diusia yang sama 4 minggu. Kecewa dan sedih rasa di hati bukan alang-kepalang, padahal semua teori merawat trotol sudah kami lakukan namun hasilnya sangatlah diluar dugaan alias mengecewakan.

Tanpa mengenal putus asa kami bertanya kesana-kemari perihal manajemen perawatan trotol Murai Batu kepada para senior-senior Breder Murai Batu yang akhirnya membuahkan hasil. Tetasan periode ke-3 dan ke-4 akhirnya selamat. Legalah rasa hati ini rasanya seperti mendapat durian runtuh dari langit....nikmatnya luarrr biasa.

Singkat kata akhirnya kami ucapkan berjuta-juta terima kasih kepada para senior dan sesepuh breeder Murai batu yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu karena saking banyaknya yang telah rela berbagi ilmu dan meluangkan waktunya untuk kami...Semoga Allah membalas budi baik kalian semua dan sukses akan selalu beserta kalian...jayalah breeder Murai Batu Indonesia.

Trotol Sambu Tetasan ke III

Trotol Sambu Tetasan ke III usia 1 bulan

Trotol Sambu Tetasan Ke-4 usia 7 hari

Trotol Sambu Tetasan ke-4 Usia 15 Hari
Trotol Sambu Tetasan ke III usia 1 Bulan



Trotol Indukan Rudal



Totol Rudal
Akhirnya Pejantan Rudal berhasil juga menurunkan Trahnya di Penghujung tahun 2014. Betina Rudal bertelur 2 butir namun sayang hanya 1 butir yang berhasil menetas. Karena hanya punya 1 momongan otomatis trotol ini penuh dengan curahan kasih sayang dan makanan tentunya dari sang induk. 

Setelah 7 hari di panen badannya tampak sangat bongsor sekali, kami prediksi si Trotol memiliki jenis kelamin jantan yang mudah-mudahan tidak meleset dari kwalitas induk jantannya.